Tangan Kanan Miliki

 

From: "ramlan hamzah"
To: "pengurus laman" <e_bacaan@yahoo.com>
Subject: Frasa Tidak DiFahami
Date: Thursday, September 22, 2005 10:19 PM


Salamunalaikum semoga saudara berbahagia di samping keluarga.

Semasa saya membaca terjemahan Bacaan kepada anak-anak saya, salah seorang darinya telah bertanya tentang frasa yang terkandung di dalam ayat (An Nisa ( 4) :3) yang berbunyi ….‘au maa malakat ai maa nu kum” . Maka saya pun membacakan terjemahannya iaitu ‘atau apa yang tangan-tangan kanan kamu miliki’. Namun anak saya masih lagi memohonkan penjelasan dan penerangan, oleh kerana ilmu saya sangat terbatas maka saya tidak dapat menjelaskan dan menghuraikan maksud frasa tersebut. Maka saya mencarinya di dalam sumber kitab Al Quran yang lain lalu dapati perbezaan yang ketara dari terjemahan Bacaan. Saya tidak berpuas hati lalu melayari internet dan dapat sedikit maklumat berkaitan dengan frasa tersebut. Tetapi saya masih lagi belum berpuas hati maka saya harap tuan dapat beri sedikit penjelasan tentang ayat tersebut.

Perbandingan dari 3 sumber:

1. Terjemahan 1 ( Sumber : Bacaan. Othman Ali)

4:3 Jika kamu takut kamu tidak akan berlaku adil terhadap anak2 yatim, maka kahwinilah perempuan2 yang nampak baik bagi kamu, dua dan tiga dan empat; tetapi jika kamu takut kamu tidak akan nerlaku adil, maka satu sahaja, atau apa yang tangan2 kanan kamu miliki, maka ia lebih dekat bagi kamu untuk tidak buat aniaya.

2. Terjemahan 2 ( Sumber : Al Quran dan Terkjemahannya. Mujamma’ Al Malik Fahd, Madinah.)

4:3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu kahwininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tida,atau empat. Kemudia jika kamu takut jika tidak berlaku adil, maka (kahwinilah) seorang sahaja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak buat aniaya.

3. Terjemahan 3 (Sumber : Al Quran dan Terjemahannya : CV Toha Semarang)

Juga beri terjemahan atau budak-budak yang kamu miliki

Sekiranya kita memakai terjemahan ‘atau budak2 yang kamu miliki’ seolah-olah Islam menggalakan kita mengadakan perhambaan. Tetapi perhambaan telahpun dimansuhkan dan Islam sendiri tidak menggalakan perhambaan. Dan sekiranya kita mengikut terjemahan yang diberikan oleh Saudaraku Othman Ali sebagai atau apa yang tangan-tangan kanan kamu miliki, apakah sebenarnya maksud frasa itu?

Saya juga telah melayari beberapa laman internet dan dapat sedikit jawapan tentang itu iaitu :

http://quranicteachings.co.uk/ma-malakat.htm

“Ma Malakat Aimanukum” is one of the most misunderstood, misused and abused term of the Quran. It is usually taken as to mean “female slave”. Before we discuss the correct meaning of this term, it must be borne in mind that there is a specific word in Arabic language for female slaves and this word has been used at least twice in the Quran, once as a singular [“amatun” which is used in 2:221] and secondly as a plural [“imaaun”, which is used in 24:32].

“Ma Malakat Aimanukum” literally has the following meanings:

-What your right hands possess
-What you rightfully have
-What you [already] have
-What is rightfully yours

Now “what your right hands possess”, or “what you rightfully have” or “what is rightfully yours” or “what your [already] have” could be any of the following:

-Your wife
-Your spouse
-Your servant
-Your possession, or property
-Your slave [both male or female] because “Ma Malakat Aimanukum” refers to a neutral gender which is applicable to both male or female.
-Your prisoner of war

Now let us explore each key word in the term “Ma Malakat Aimanukum”, a little further.

The word “Malakat” has the root meem-laam-kaaf [M-L-K]. It primary signification is:

-To possess or own [something or someone], particularly with ability to have it to oneself exclusively

Other meanings include:

-To have power to command or exercise authority
-To acquire
-To take over
-To Marry

As can be seen that one of the meanings is “to marry”. This is according to one of the most authentic dictionaries of Arabic language [Lisan-ul-Arab by Ibn-Manzoor Vol. 13, page 184]. Another authentic dictionary of Modern Arabic also describes this meaning [The Hans Wehrs Dictionary of Modern Written Arabic, page 1081].   

According to Lisan-ul-Arab, al-milaak means

-Marriage
-The bond of holy matrimony

According to the same dictionary, milaakun also means

-Wife

The word “milkun” which has plural “amlaak” means:

-Possessions
-Lands
-Fortune
-Wealth
-Real estate
-Property

The word “mulkun” means:

-Sovereignty
-Kingship
-Possession
-Right of possession [what is rightfully yours]

In the term “Ma Malakat Aimanukum”, the word MALAKAT is in the PAST tense, which signifies “What you ALREADY have”, or “what you ALREADY possess” or “what CAME in your possession”. The word, grammatically, cannot be taken as to mean “what you WILL possess” or “what you WILL have”. The future or present tense form of this word is altogether different and has been used in various verses of Quran [5:17, 5:76, 10:31, 13:16, 16:76, 17:56, 19:87, 20:89, 25:3, 29:7, 34:22, 34:42, 35:13, 39:43, 43:86, 82:19]

Now let us see the word “Aimanukum”.

The word “Aimanun” is the plural of “Yaminun” and means “Right hands”. The root of this word is ya-meem-noon [Y-M-N].

The word “Yaminun” also means:

-A covenant
-An oath

The word “Yumnun”, has the same root Y-M-N and means:

-Prosperity
-Good luck
-Good fortune
-Good omen
-Auspiciousness

Now think of “Marriage” which is also a covenant [as described in Quran] and an event of auspiciousness, then see the suitability of the use of word “Aimanun” in context of marriage, as well.

From the above it can be seen that “Ma Malakat Aimanukum”, may not only refer to “slave” [which could be both male or female] but also to:

-Spouse
-Wife
-Servants
-Prisoners of war
-Subordinates
-What is rightfully yours

Before we move further, another important word [which is used as conjunction] must also be explained. The word is “AW”, used in the phrase “aw ma malakat aymanukum”. “AW” is usually translated as “OR”. There is no doubt that “OR” is one of the meanings of “AW” but as a matter of fact, this word is used in no less than 12 different ways [also explained in Lane’s Arabic-English Lexicon]. One of the uses of this word is TAFSEEL, [i.e. elaborative or explanatory]. In other words, “aw” is also used to add some meaning to the previous word or to explain a previous word or to give some attribute or characteristics of the previous word.

Please refer to 17:110. In this verse, there is a phrase “odAAoo Allaha awi odAAoo alrrahmana”. Note carefully how “Allah” and “Rahman” are separated by the word “aw”. Now here “aw” does not imply that “Allah” and “Rahman” are two different Beings. Without doubt, “Allah” and “Rahman” is one and the same Being. “Rahman” is an attribute of “Allah”.

Now refer to verses 23:6 and 70:30.

23:6 Illa AAala azwajihim aw ma malakat aymanuhum fainnahum ghayru maloomeena

70:30 Illa AAala azwajihim aw ma malakat aymanuhum fainnahum ghayru maloomeena

In both the above verses, “azwajihim” and “ma malakat aymanuhum” are separated by “aw”. Here it does not mean that “azwajihim” and “ma malakat aymanuhum” are two different objects. Actually, they refer to one and the same object. “azwajihim” ARE “ma malakat aymanuhum” i.e. “their spouses” are “what they rightfully possess”.

In 4:24, the term “ma malakat aymanukum” refers to those married women which are wives of the disbelievers [as explained in 60:10]. The verse 4:24 makes unlawful to marry all married women except those married women that have come to the believers as prisoners of wars or emigrants but their husbands are non-believers. [After becoming of these women believers, Quran renders their previous marriage to the unbelievers, null]

In 4:3, the term “ma malakat aymanukum” means “what you rightfully possess” or “what you [already] have”.

In 33:52, the Prophet is forbidden to marry any more women in spite of their beauty except to MARRY only the slave girls or prisoners of war referred in 60:10, to make them part of the family and give them status.

Harap tuan dapat beri pandangan tentang persoalan ini. Sekian terima kasih.

RH

Salamun alaikum,

Terima kasih atas ucap selamat dan juga atas kiriman yang amat manfaatkan kita semua.

Perkara pertama yang dibangkitkan ialah mengenai frasa 'aumaa malakat aimaanukum' yang Bacaan terjemah kepada 'atau tangan-tangan kanan kamu miliki' sementara dua buah kitab terjemahan al-Qur'an lain, yang nama-namanya disebut tadi, kepada 'atau budak-budak yang kamu miliki' pula. Seperti yang dapat dilihat, perbezaannya agak ketara.

Perbezaan berpunca daripada terjemahan perkataan yamin (jamak aiman), yang mengandungi pelbagai makna seperti kanan, sebelah kanan, tangan kanan, atau sumpah (atau perjanjian). Bukan 'budak-budak'. Sila rujuk senarai ayat-ayat al-Qur'an yang mengandungi akarnya iaitu ya mim nun di sini untuk mengetahui lebih lanjut.

Daripada senarai tersebut tentu dapat disetujukan bahawa terjemahan yang berbunyi "atau tangan-tangan kanan kamu miliki" adalah lebih tepat daripada "atau budak-budak yang kamu miliki". Penulis karangan bahasa Inggeris di atas pun menterjemahkan frasa tersebut seperti Bacaan.

Beralih kepada soalan saudara Ramlan yang utama - apakah sebenarnya maksud frasa itu?

Soalan itu selalu ditanya. Kami akan cuba jawab berlandaskan ayat-ayat al-Qur'an yang mengandungi frasa "tangan-tangan kanan kamu miliki" itu sendiri. Daripadanya didapati frasa tersebut mengandungi beberapa maksud.

Kerana sumpah atau perjanjian adalah antara maksud bagi yamin dan aiman maka orang-orang itu adalah dimiliki dengan cara yang sah. Seperti anak angkat, menurut pendapat kami.

Atau, dimiliki sebagai rampasan perang, menurut firman Allah berbunyi,

"Wahai Nabi, Kami telah halalkan untuk kamu isteri-isteri kamu yang kamu sudah beri upah mereka, dan apa yang tangan kanan kamu miliki, yang Allah beri kamu (rampasan perang)," (33:50).

Mereka adalah serupa hamba, tetapi tidak dipaksa untuk, misalannya, lakukan pelacuran. Firman Tuhan,

"Mereka yang tangan kanan kamu miliki yang inginkan kitab (pembebasan), maka adakanlah perjanjian dengan mereka, jika kamu tahu ada kebaikan pada mereka; dan berikan mereka daripada harta Allah yang Dia beri kamu. Dan janganlah kamu paksa hamba-hamba pemudi kamu melakukan pelacuran," (24:33)

Perempuan-perempuan yang bersuami juga boleh jadi "tangan-tangan kanan kamu miliki". Firman-Nya,

"Diharamkan kepada kamu (untuk dikahwini) adalah ......... Dan perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali apa yang tangan-tangan kanan kamu miliki." (4:23-24)

Contoh, mereka yang mukmin dan lari daripada suami yang tidak percaya (kafir) untuk mendapatkan perlindungan daripada orang-orang yang percaya. Ayat berikut jelaskannya:

"Wahai orang-orang yang percaya, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepada kamu sebagai penghijrah, ujilah mereka. Allah sangat-sangat tahu keimanan mereka. Kemudian, jika kamu tahu bahawa mereka adalah perempuan-perempuan mukmin, janganlah kembalikan mereka kepada orang-orang tidak percaya. Mereka adalah tidak halal bagi orang-orang tidak percaya, dan tidak juga orang-orang tidak percaya halal bagi mereka. Berikan orang-orang tidak percaya apa yang mereka telah nafkahkan (belanjakan); dan tiada kesalahan ke atas kamu untuk kahwini mereka, apabila kamu beri mereka upah mereka." (60:10)

Sesetengah "orang gaji" pun boleh dikategorikan sebagai "tangan kanan kamu miliki". Sila lihat ayat di bawah ini:

"Wahai orang-orang yang percaya, hendaklah mereka yang tangan-tangan kanan kamu miliki, dan mereka antara kamu yang belum cukup umur, minta izin kepada kamu tiga kali - sebelum solat fajar, dan apabila kamu tanggalkan pakaian kamu pada waktu zuhur (tengah hari), dan selepas solat isyak - tiga kali aurat (penelanjangan) bagi kamu." (24:58)

Ayat 24:31 dan 33:55 juga menunjukkan bahawa sesetengah orang gaji tergolong dalam kategori yang sama.

Akhir sekali, para isteri tertentu boleh diterangkan sebagai mereka yang "tangan-tangan kanan kamu miliki". Ayat berikut akan dijelaskan dengan lebih lanjut selepas dibaca:

"Dan yang pada kemaluan mereka, mereka menjagai; Kecuali terhadap isteri-isteri mereka, atau apa yang tangan-tangan kanan mereka miliki, lalu mereka tidak tercela;" (23:5-6)

Satu lagi ayat yang membawa mesej yang sama ialah 70:29-30. Perhatian ditumpu kepada perkataan atau. Kami setuju dengan penulis di atas bahawa perkataan itu sebenarnya bukan 'atau' tetapi berfungsi seperti 'iaitu'.

Atau diterjemah daripada perkataan Aw (alif wau). Menurut Arabic-English Lexicon (Lane) di halaman 122 dan 123, perkataan tersebut membawa 12 pengertian. Satu daripadanya berfungsi sebagai tafsil yang menjelaskan maksud ayat yang disebut sebelumnya. Maka ayat tadi bermaksud "..... Kecuali terhadap isteri-isteri mereka, iaitu apa yang tangan-tangan kanan mereka miliki ......"

Akan tetapi, status mereka yang jadi isteri daripada tangan-tangan kanan itu adalah tidak sama dengan isteri daripada orang-orang merdeka. Demikianlah dapat difahamkan daripada ayat berbunyi,

"Maka kahwinilah mereka (hamba pemudi mukmin yang tangan kanan kamu miliki) dengan izin keluarga mereka, dan berikan mereka upah mereka dengan baik sebagai wanita-wanita dalam ikatan perkahwinan, bukan dalam zina, atau ambil sebagai teman rahsia, tetapi apabila mereka sudah dinikahi dan jika mereka lakukan kesumbangan, maka bagi mereka separuh daripada azab wanita yang merdeka." (4:25)

Demikianlah dinyatakan lima golongan manusia yang boleh diterangkan sebagai "tangan-tangan kanan kamu miliki". Seperti yang baru disebut, mereka adalah dikahwini dengan izin keluarga mereka, jika ada. Mereka juga dikahwini atas sebab poligami, selain daripada perempuan-perempuan yang ada kaitan dengan anak-anak yatim. Firman Allah,

"Jika kamu takut kamu tidak akan berlaku adil terhadap anak-anak yatim, maka kahwinilah perempuan-perempuan yang nampak baik bagi kamu, dua, dan tiga, dan empat; tetapi jika kamu takut kamu tidak akan berlaku adil, maka satu sahaja, atau apa yang tangan-tangan kanan kamu miliki; maka ia lebih dekat bagi kamu untuk tidak buat aniaya." (4:3)

Namun, mereka dikahwini dengan perbelanjaan yang tidak banyak. Dua firman Tuhan di bawah jelaskannya:

"Dan sesiapa antara kamu yang tidak mempunyai kemewahan untuk membolehkan kahwini wanita-wanita merdeka yang mukmin, maka dia ambil hamba pemudi mukmin yang tangan kanan kamu miliki;" (4:25)

"Dan perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali apa yang tangan-tangan kanan kamu miliki. Demikianlah Allah kitabkan (tetapkan) untuk kamu. Dihalalkan bagi kamu, selepas yang demikian itu, adalah bahawa kamu cari, dengan mengguna harta kamu, dalam ikatan perkahwinan, bukan dalam zina." (4:24)

Kepada mereka yang "tangan-tangan kanan kamu miliki" Allah menyuruh pemiliknya buat baik, seperti kepada ibu bapa, sanak saudara yang dekat, anak-anak yatim dan sebagainya. Firman berikut beri penjelasan seterusnya:

"Sembahlah Allah, dan janganlah sekutukan sesuatu dengan-Nya. Buat baik kepada ibu bapa, dan kepada sanak saudara yang dekat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan jiran yang kerabat, dan jiran yang tidak dikenali, dan teman di sebelah kamu, dan musafir, dan apa yang tangan-tangan kanan kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang sombong, membanggakan diri," (4:36).

Dan, mereka harus diberi rezeki daripada rezeki yang diberi Allah kepada pemilik mereka. Firman Tuhan,

"Dan Allah lebihkan sebahagian kamu di atas sebahagian yang lain dalam rezeki; tetapi orang-orang yang dilebihkan tidak akan serah rezeki mereka kepada apa yang tangan-tangan kanan mereka miliki supaya mereka jadi sama. Apa, dan adakah mereka sangkal rahmat Allah?" (16:71)

Rezeki untuk mereka juga datang daripada harta yang ditinggalkan oleh pemilik mereka yang meninggal dunia. Ayat berikut menetapkannya:

"Dan bagi tiap-tiap orang, Kami lantik waris-waris daripada apa yang ibu bapa dan sanak saudara tinggalkan, dan orang-orang yang terikat dengan sumpah (aiman) kamu, maka beri mereka bahagian mereka; sesungguhnya Allah adalah saksi atas segala sesuatu." (4:33)

Andaikata orang-orang yang menderita di merata dunia akibat perang, bencana alam dan keburukan lain, dijadikan tangan-tangan kanan milik orang-orang yang berada maka angin sedih yang meniup dengan ganas di muka bumi tentu dapat disepoibahasakan.


25 Sept 2005

Halaman Utama   Terkini   Perpustakaan   Artikel   Bacaan   E-Mail   Hiasan   Kalimat Pilihan
Keratan Akhbar   Penemuan   Soalan Lazim   Sudut Pelajar   Senarai Penulis   English Articles

Tulis kepada Pengurus Laman